Sudah empat kali Susan gagal mencapai puncak Pangrango. Ada-ada saja penyebabnya. Seringnya sih, nyangkut di pos Kandang Badak, lain waktu malah berubah haluan ke gunung Gede.
Tak sesuai rencana. Karena sudah gelap dan kelelahan, kami urung ke Puncak Pangrango. Besok aja deh summit attack-nya. Jadi kami membuka tenda di Kandang Badak.
"Tapi bangunin ya Mbak!" karena dia nggak bawa alarm. Grrrrrrh... udah dianterin, minta dibangunin pula.
lalu, jam empat subuh : Saya, Suwasti dan Susan baru berangkat. Emma sih lebih suka untuk meneruskan tidur dan menjaga tenda. "Oke Mak..! tapi titip jemuran ya?" pinta kami ketika pamit mau pergi.
Kabut tebal menemani kami pagi itu. Akibat hujan semalam, jalur banyak yang berubah menjadi aliran air. Batang kayu disana-sini. kadang kami lompati. Tapi lebih sering merangkak dibawahnya.
Walau satu jam terakhir Susan sempet manyun karena tanjakannya nggak selesai-selesai juga. Tapi hati ini terharu melihatnya ketika tiga jam kemudian kami tiba di titik triangulasi Pangrango. Susan bahkan sujud syukur saking bahagianya.
Nah.. Susan... udah kesampean ya .. ke Pangrango. Tuntas juga akhirnya tugas kami -nini2 ceria ini. Walau sebelum berangkat masih batuk-batuk dan sesak napas- mengantarmu mengunjungi Pangrango. Apalagi ditambah bonus piknik di lembah Mandalawangi. Alaaaaamaaaaak !!!!! Cantiknyaaa.....
agak sulit juga memilih beberapa dari 'ratusan' rekaman gambar yang saya jepret sepanjang perjalanan saya membonceng suami bersama klub motornya. Total ada sekitar 44 motor yang berangkat menuju kota Palembang via lintas timur. Saya baru tahu kalau jalannya kayak congklak hahaha... soalnya lubangnya merata di sepanjang jalan, bro!
Catpernya menyusul ya. Normalnya Jakarta-Palembang via motor sekitar 10-12 jam, tapi entah mengapa waktu itu kami tempuh dalam waktu 29 jam. rekor deh.. pegel-pegel dan ngantuk sudah pasti. tapi terobati juga sih waktu foto-foto (tepat) di bawah jembatan ampera. oiya... catpernya ada disini ADA BOX TERBANG
BTR, 8 Juni 2010; 19.26 (lagi nunggu yayangnya pulang kantor)
‘wanita-wanita perkasa’
Aaaaah….hari ini sudah dua kali aku dengar sebutan itu. Celetukan Bongkeng ketika kami sedang menunggu Kris mengisi air di pertigaan Gede-Pangrango, lalu Taufan ketika kami sarapan pagi di lembah mandalawangi.
Setiap kali aku berjalan bersisian dengan mbak Ut, ada saja komentarnya mengenai ‘kehebatanku’ memanggul kerir dan membandingkannya dengan dirinya yang tanpa persiapan dan hanya mampu membawa daypack berisi air.
Aku hanya bisa tersenyum dalam hati. Rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau dari sini. Kalau boleh memilih, saat ini aku lebih suka ada di Jakarta dan menemani keenam kucingku menghadapi masa penting mereka.
Bebanku rasanya berat sekali. Dia nggak tau aja. aku iri melihat daypacknya dan aku iri melihat teman-temannya tetap berjalan beriringan bersamanya. Sementara dalam gelap kami -aku dan suwasti- masih tersaruk-saruk menyusul para lelaki itu yang telah jauh meninggalkan kami. Sedihnya…
Tapi ternyata, ketika hari menjelang gelap dalam perjalanan turun menuju Cibodas. Para lelaki itu menepati janjinya, untuk berjalan mendampingi kami, wanita-wanita *yang katanya* perkasa tapi sebenarnya manja itu 
Ah…. kalian nggak tau aja, aku nyaris menitikkan air mata.
epilog :
“Jadi… berapa jumlah koleksi kutang hitam kamu., Swas?” Pertanyaan polos, tajam dan terpercaya itu diluncurkan tanpa sensor lagi.
Dan wajah Suwasti merah seketika.
-tamat- Nov 22, 2008 10:50 PM; yang dulu sempat ditulis untuk trip ini
Dan salah satu hal yang membuat saya bahagia ketika jalan-jalan adalah ketemu lagi dengan temen-temen lama. Masih lanjutan kisah akhir bulan lalu Semua foto dijepret dengan kameranya Emma. Permios ya Maaaak.. :D minjem futuna. Ada jenny, Nita, Joan, Emma, dwi dan Ucup Sayang jeng Suwaztih batal ngikut, padahal bisa reuni-an dan foto-foto ala fesbuk nih.
10 mei 2010, 14.11 BTR yang mendung.. hmm.. tumben
Ini kisah minggu lalu, Saya, Dwi, Jenny, Vidya, Ida, Dori, Dodo, Opik, Agus- jum’at malam 23 April 2010 pk. 23.00 terminal kampung rambutan; 24 April 2010 Sabtu dinihari 03.00 basecamp @ Cibodas; 07.30 start trekking jalur Cibodas; 12.30 @ pos air panas, makan siang; 15.00 ngecamp @ kandang badak; 25 april 2010 minggu dinihari 04.00 summit attack; 07.00 tiba di triangulasi Pangrango 07.15 tiba di lembah mandalawangi, sun bathing, ngobrol, foto2, ngemil; 09.00 naik lagi ke puncak untuk kemudian turun; 10.30 @ kandang badak lagi, makan siang dan persiapan turun; 13.30 turun menuju Cibodas; 17.00 @ pos lapor Cibodas, mandi, makan malam; 19.30 @bus menuju Jakarta; 22.00 terminal kampung rambutan. Bus jkt-Bandung (turun Cibodas) Rp 15,000, carter angkot dari prapatan menuju Cibodas Rp 50,000 (isi 8 orang+8 kerir), Sarapan+bungkus nasi makan siang+malam (Rp. 170,000) shared by 9 orang.
Ketika itu sepanjang jalur naik dan turun nggak seramai biasanya, mungkin karena musim pendakian baru dibuka. Sepanjang jalur dan pos yang kami lewati, bersih nyaris tanpa sampah. Hmmm…mudah-mudahan akan selalu begitu. Tapi dari semua itu yang paling menyenangkan buat saya adalah disana ketemu teman-teman lama yang kebetulan ngecamp bareng di Kandang Badak. Ah.. jadi reunian deh.. Dan ini sebagian rekamannya. Thanks ya… Mudah-mudahan besok bisa jalan bareng lagi.…
Kisah yang lalu juga ada disini dan disini Siapa tahu ada yang pengen lihat juga.. ;) *yang sepenggal liriknya saya kutip untuk judul album ini, dan yang isinya memenuhi benak saya sepanjang jalan. when you love someone
Ketika itu sepanjang jalur naik dan turun nggak seramai biasanya, mungkin karena musim pendakian baru dibuka. Sepanjang jalur dan pos yang kami lewati, bersih nyaris tanpa sampah. Hmmm…mudah-mudahan akan selalu begitu. Tapi dari semua itu yang paling menyenangkan buat saya adalah disana ketemu teman-teman lama yang kebetulan ngecamp bareng di Kandang Badak. Ah.. jadi reunian deh.. Dan ini sebagian rekamannya. Thanks ya… Mudah-mudahan besok bisa jalan bareng lagi.…
Kisah yang lalu juga ada disini dan disini Siapa tahu ada yang pengen lihat juga.. ;) *yang sepenggal liriknya saya kutip untuk judul album ini, dan yang isinya memenuhi benak saya sepanjang jalan. when you love someone
Subscribe to:
Posts (Atom)
