Nongol di majalah euy..


Bukaaaan.. bukaaaannn ! Itu bukan foto saya J *plis deh nggak usah sampe tertawa terbahak-bahak gitu ah!* tapi, coba cari majalah Snap edisi Maret ini. Buka halaman 40 s.d.43,  ada satu rubrik  yang berjudul jalan-jalan. And yup! that’s me! Dengan headshot sekecil semut *hehehehe* menceritakan siapa dan apa kegiatan saya akhir-akhir ini. Tentu saja yang tidak ketinggalan adalah sebagian foto-foto perjalanannya.



Akhir Januari lalu, saya dihubungi oleh redaktur Majalah Snap *yang ternyata silent milister salah satu milis yang saya ikuti* demi membaca catatan perjalanan berikut mengintip foto-foto yang saya posting saat itu *kalo nggak salah terakhir posting mengenai trip ke gunung karang itu deh*



Kebetulan majalah yang termasuk keluarga besar Gramedia dan masih ‘bayi’ ini membutuhkan info seputar kegiatan yang berkaitan dengan alam dan lokasinya tepat ada di bumi  Indonesia yang tercentaaaah inih. *atau udah kena deadline mas Pram? ….Pletaaaak! [dijitak mode : on]*


Dari hasil obrol-obrol kemaren *yang sayangnya kami batal minum2 kopi J* majalah ini masih terbit setiap dua bulan sekali. Next! Rencananya bahkan akan menjadi majalah bulanan. Mereka optimis, dengan jaringan distribusi mereka miliki, dan kekhususan mereka atas dunia fotografi, bisa bertahan. *hopely*



Sempet nggak pe de, karena saya hanya si otodidak yang rajin dan nekad jeprat-jepret disana-sini J. Untunglah *entah apakah ini berkah atau bencana buat si redaktur J* proses pemilihan foto dipegang oleh para ahlinya. Mereka punya member of board yang bertugas menyeleksi foto mana yang layak terbit. Saya sih kebagian mbantu bikin tulisan en mbongkar-bongkar file di rumah.



Setelah proses yang cukup panjang dan rumit selama satu bulan terakhir hingga akhirnya ada satu email yang masuk :


 “OK, Ries! Bungkuuuuusss!”


 Hahahaha.. it’s a party timeeee!


 


 [Serpong, Kamis 16 maret 2006; 14.51]


 Rasa terimakasih yang setinggi-tingginya saya tujukan buat :




  • Mas Farid dan Pram from Snap : “Makasih ya untuk supportnya.  Untuk telpon2, sms dan email2nya. Ditunggu ngopi barengnya J
  • Temen-temen segambreng waktu trip ke *Lawu, Karang, Semeru, en Merbabu* :”I love you all, I really really enjoying the time and share the moment together!”
  • My partner in crime, Joe : “ Makasih ya Joe .... ‘membukakan’ jalan bahwa banyak tempat cantik yang layak untuk dikunjungi”
  • Mercyanie ‘Anie’ Hadi : “Thanks ya, atas keramahtamahannya waktu kemaren sempet sidak ke Gramed”
  • Hendit Irmawan Jati , waktu aku bingung harus nulis apa: “Really! I mean it.”
  • Para ‘guru’ motretku yang baik Jenny, Ika, Joko dan Nefran : “Sorry guys, dengan sengaja atau tidak aku ‘curi’ ilmunya J waktu kita jeje es dan hunting foto bareng”
  • Kritikus foto sejatiku, Wildanto Nusantara, Bobbie Adiyanto & Haris Respati ”You’re the best maan!”
  • My Brother and my online buddy, Kris ‘Kaihan’ Hartanto untuk berbagi ‘mimpi’ yang sama :”I really miss my online buddyL
  • Temen-temen MP yang selalu mampir, Ambar, Irfan, Deni, Suzz, Aya, dll : “luv commetnya, kalian memang komentator sejati deh J
  • Dan tentunya teman-teman dan sahabat yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu disini. Tengkyu ya!

 Yang pengen liat picnya, monggo nyambung ke sini : nyanyian di ketinggian

Read more

nyanyian di ketinggian




selengkapnya pls check'em out

nongol dimajalah euy

Read more

susur pantai Ujung kulon

Read more

talamaaau! I'm comiiiing!

Read more

the Chronicles of Rajabasa - the nyamuk, the semut and the pacet!


yup! betul, namanya Lily. Sahabat kecil keluarga pak Adjat. Waktu foto ini diambil, saya sedang mengikuti Bu Adjat yang sedang memasak. Dan Lily? hahaha.. duduk di dekat perapian dan serius mengamati saya yang sibuk mengambil potretnya.

"Udah seminggu terakhir ini nggak ada yang naik...!" Hampir semua orang bilang begitu, mulai dari penduduk yang kami temui di desa terakhir, petani yang sedang meladang hingga ibu-ibu yang sedang turun mengangkut kayu bakar. Semua berucap hal yang sama.



Hmmmmmm.... no wonder, wajar aja.. karena akhirnya kami sempet nyasar di kebun penduduk, bertemu dengan jalur yang on off karena sudah tertutup semak belukar dan yang lebih mengharukan adalah puluhan pacet yang siap datang menyerbu setiap kami berhenti untuk istirahat. what a journey ...



info selengkapnya bisa dilihat disini Duh...Rajabasa...:) atau disini Sekilas Ingpoh!

Read more

ilalang balung putih




Ini perjalananku kembali datang kesana, pertengahan September tahun lalu. Hanya ada satu kata, menakjubkan! Setiap aku menolehkan pandangan, selalu kutemui ilalang yang sibuk dengan dirinya masing-masing. Setiap aku menolehkan pandangan, selalu kutemui pohon dengan kesendiriannya, setiap kupalingkan kepalaku, selalu kutemui teman-teman yang tulus dalam kebersamaan…… dan setiap kali kutundukkan kepala ini, selalu aku bersyukur… bahwa aku masih diberi kesempatan untuk melihat kebesaranMu.
Read more

I can wait for another thousand years




Gn.Karang 1778 mdpl, Pandeglang, Banten; 31 des 05 - 2 jan 06. Saat itu hujan dan hujan. Bersama para peziarah yang datang ke puncak gunung.... kami meresapi senyapnya batu, dinginnya angin dan harumnya daun ......

you know what? salah satu picnya pernah dimuat disini (monggo silakan diintip) Nongol di majalah euy!

Read more
 

hujan, jalak dan daun jambu Design by Insight © 2009