Gunung Pulosari (1346 m dpl) 21 - 23 Januari 2005 episode : "misteri frame yang hilang"

Jum’at  21 Januari 2005 KAMPUNG RAMBUTAN

Janjian jam 13.30, begitu aku dateng udah ada Ida. Yang langsung ngeloyor pergi gara-gara mau ke toilet. Heri yang udah stand by daritadi, ternyata nunggu di mushola. Kenalan dulu dan ngobrol sebentar. Taklama kemudian Jenny dan Ika datang bersamaan. 

“lho? Kok nggak bawa kerir Jen?”
“aku nggak bisa ikut.”

Sambil mengangsurkan tenda kepada Ika dan frame tenda kepadaku.Memberikan satu kantong logistik kepada Ida dan nyengir kepada Heri.Kris baru datang. Bengong mengamati pembicaraan yang terjadi antara aku,Jenny dan Ika. Mendadak pucat wajahnya. Tangannya bergetar. Suaranya tercekat. 

Kami semua yang hadir disana jelas bertanya-tanya. Kalo ada penampakan, ini masih siang bolong, Kriiiis!

“Whaduuuh… lupa bawa frame! Tendanya sih bawa. Tapi framenya!Frame-nyaaaaaaa!” teriaknya sendu.Matanya mulai berkaca-kaca. Mau balik ke Ciledug. Hiks! Jauh! Bisa tujuh hari tujuh malam. Itupun setelah melewati tujuh gunung dan tujuh lembah!*.. he..he… peace Kris! Peace!!*

Jenny segera berunding dengan Ika. Kebetulan, tenda Ika masih ada dikost-nya Jenny. Tenda Kris dikeluarkan. Rencananya, langsung dibawaJenny untuk ditukar dengan tenda Ika. Tak lama kemudian Ika dan Jenny pergi. Berpapasan sejenak dengan Joko yang sengaja datang untuk melepaskan kepergian kami (dan mengembalikan kompor trangia milik Ika).

Begitulah. Pada saat yang bersamaan Yanto sudah dalam perjalanan menuju Serang.Jam setengah tiga sore.Baru masuk bis. Diiringi lambaian tangan selamat jalan dari Jenny dan Mbakyu Djoko. Kami berlima berangkat dari Kampung Rambutan. Aku, Ika,Ida, Kris dan Heri, duduk dalam satu row. Apalagi yang dilakukan kalaubukan menghentikan semua pedagang yang lewat.

“gua pengen ngemil nih!” kata Ika. (catatan : masih mengunyah tahu goreng dan sedang menawar kedondong sementara kacang goreng dan botol aqua masih nyelip di punggungan kursi depan) 

Heri langsung terlelap.Begitu juga Kris. Sementara kami bertiga, sibuk merencanakan trip berikut. Hua..ha..haa…Resminya sih jam setengah tiga meninggalkan kampung Rambutan. Tapi bertambah ½ jam gara-gara ngetem di belokan. Jam 3 baru meluncur.Sementara Yanto sudah tiba di terminal serang. Sedang makan dan leyeh-leyeh di mesjid. 

TERMINAL SERANG

Hanya satu setengah jam, bis transit sejenak di Terminal Serang. Posisi turun kami sedikit aneh. Melintang di tengah jalan. Diantara angkot danorang-orang yang berlalu lalang. Estafet menurunkan kerir dan berjalan menuju mesjid. Harapanku sih segera berjumpa dengan Yanto yang legendaris itu … he..he.. *pletaaaaakkk…. !!! catatan : disambit sandaljepit*  

Faisal pun rencananya bakal menjemput kami di terminal. Janji-janji tinggal janji, bulan madu hanya mimpi…. Yang ada cuma sms singkat *yaaa.. namanya juga short message*

“naek L300 aja sampe Gorda. Ongkos 2000 per orang. Yanto udah disini”Setelah aku menuntaskan panggilan alam dan Ika beredar di sekitar terminal. Kami naek L 300 yang ada di terminal (bus luar kota dan dalemkota jadi satu) menuju Balaraja.

Nggak perlu ngetem karena penumpang sudah cukup banyak. Keril diikat dan diletakkan diatas atap. Heri duduk di depan. Aku, Ika dan Ida menempatikursi belakang. 

Kris? Kris? *panic style *Rupanya dengan rambut berkibar-kibar sedang bergelantung santai di pintu mobil. Menjadi asisten tak resmi dari kernet L 300. Setengah jam perjalanan dari sana, kami turun di prapatan Gorda.

KOS FAISAL

Menurunkan keril. Dan diserbu puluhan tukang ojek (berikut motormasing-masing) yang memang mangkal di prapatan. Ika sudah nangkring diseberang jalan. Foto-foto. Sedang kami berempat merapatkan barisan,nyaris ciut nyalinya diserbu tukang ojek.

“Gih telpon Faisal!” kata Ida (mata siaga ; kaki, posisi kuda-kuda)
(Kris posisi menelpon)“Bilangin! Kami minta di rescue!” kataku menambahkan (mata juga siaga;pengen naek ojeg)
(kris tetap menelpon)Tak berapa lama, muncul rombongan (aduh saking banyaknya) dari seberang jalan. Menghampiri kami. 

Berhubung aku belum kenal satupun dari mereka.Maka di perempatan jalan itu terjadi perkenalan antara kami.Menebak-nebak, mana yang namanya Faisal, mana yang namanya Yanto … mana yang namanyaToto … saking gembiranya, semua kusalami *termasuk tukangojek*

Faisal dengan rambut kiwil-kiwil diikat kecil-kecil. Toto dengan rambut gimbal yang diikat kebelakang dan Yanto dengan cengiran selebar monitor 17 inchi menyambut kami semua.

Jam 5 sore

Sudah ada di kos-kosannya Faisal. Buat temen-temen yang dulu rajin nonton filem Melrose Place, pasti nggak kaget lagi bila melihat suasana hunian tempat tinggal Faisal. Setelah di rescue dari tukang ojek. Kami memasuki jalan setapak. Keluar masuk daerah hunian yang padat. Melompati pagar. Melewati halaman orang dan beberapa jemuran.

Kamar Faisal ada di lantai dua. Berukuran 3 x 4 m2. Gedung dengan bentuk huruf U ini uniknya, memiliki satu lapangan bulutangkis dan satu sumur pada inner court Melrose Place mereka. 

Mengaku sebagai Rangga *Rangga?Rangga-nya AADC? gubraaaakk* Faisal sering beredar berkeliling menyambangi penghuni kos lainnya.

“nganggu cewek mulu!”
“Kalo nggak kita ngangguin. Mereka yang nggangguin kitaaaaa” 

Sekarang Adit yang menjawab. *adit? Aditnya Eiffel I’m In love??? * Rupanya Iyat alias Ridho Hidayatullah menjawab.

Aku, Ika dan Ida ditempatkan pada kamar Faisal. Sementara Ia sendiri,mengungsi ke kamar sebelah (yaah .. beberapa kamar deh jaraknya) bersama Kris, Heri dan Yanto.Hujan rintik sore itu tidak menyurutkan semangat kami semua. Malah suasananya syahdu sekali.

Malamnya. Kami dinner pecel lele di warteg depan. Belanja tambahan logistik di Alfa Mart Gorda. Dalam perjalanan pulang, Yanto punya idegila untuk membawa sebuah semangka berdiameter 40 cm ke puncak.

Syaratnya cuma satu :“asal bukan gue yang bawa!”Beranikah kami menerima tantangan Yanto? Jawabannya ada pada catperberikutnya.
Read more

gunung Pulosari (1346 m dpl) 21 - 23 Januari 2005 episode : kami adalah

Tokoh kali ini :

Ida Farida : tau info jalan-jalan ke Pulosari justru dari Jenny. Selama ini lebih memilih menjadi silent milister dan solo trekker. Dalam pendakian ini ia memiliki nama kesayangan “si gembul”. 

Akibat resah karena masalah berat badan, dibawanya pula teh kepala jenggot untuk diet ketatnya. Walaupun paling muda diantara kami semua. Pengalamannya jauh melewati batas para sesepuh (yang rata-rata baru berumur 17 lewat sedikit itu lho!) Adapun sesepuh itu diantaranya adalah ……….

Sudaryanto aka bleem: juga tau info jalan-jalan ini dari Jenny. Hari pertama langsung meluncur ke terminal Serang. Karena lebih cepet kalo nyegat busdari Kebon Jeruk (catatan : kos di daerah Kebon Jeruk). Tampilan sihboleh pake daypack tapi kenyataan tidak seindah yang dibayangkan.Bebannya justru jauh lebih berat dari backpack!! Tampilan lain? Sudahjelas, betisnya selalu menjadi object menarik untuk di jepret oleh ….

Ika Dewi Kartika : dengan camdig baru kesayangan berikut jabatan muliaselaku kapiten untuk perjalanan kali ini. Tak ketinggalan, dengan bajudan kerudung kuning summit attacknya ia berujar dengan mantap :“Ngejreng, Ries! Yang penting ngejreng. Biar keliataaaaaaan!!”

Kris Hartanto : komentarnya cuma satu waktu aku ajukan proposal pesertatambahan: “Saya tidak keberatan soal peserta bertambah. Kita kan maucari teman banyak...Ingatlah: satu musuh terlalu banyak, seribu temanterlalu sedikit, (sering jadi moto HC'ers) sepuluh pacar pasti kurangbanyak..he..he..heee! Sister Aris mau dimasakin apa? Saya baru punyasatu menu. (Mushrom Risotto With Smoked Beef)”

Mochamad Faisal Ilyas : temennya Mbakyu Djoko. Karena posisi kost dankantor ada di GORDA (catatan :lumayan deket dengan target pendakian)secara alami sudah didaulat untuk menjadi informan dalam perjalanan kaliini. Karena belum kenal seluruh anggota pendakian (kecuali Kris waktu keSemeru lebaran kemaren) mengeluh pendek kepada Joko ketika tahu bahwaJoko batal ikut. Berikut petikan obrolan mereka.Faisal : “Kalo si Boss batal ikut. Bakal nggak enak dong.”Joko : “Kalo nggak enak. Kasih sama kucing aja.” (catatan : bener-benernggak nyambung)

Heri Supriyanto : bener-bener belum kenal siapa-siapa. Ketemu langsungdengan member team di terminal kampung rambutan. Selama ini perkenalandan persiapan logistik di lakukan jarak jauh via telpon dan email.

Mengaku ini pendakian perdana. Tapi kalo jalan selalu paling depan.Dan menyesali nasib (seperti yang diucapkan kepada Kris dan diulangkembali kepada saya, demi keorisinalan bukti sejarah) “Kenapaaaa yaa..baru ketemu kalian sekarang? Kenapa nggak dari dulu?” *deu .. kayak dilagu-lagu deh!*

Toto Bahruddin : temennya Faisal (sekaligus temennya Joko) leadersekaligus sweaper yang care habis kepada anggotanya. Ayah dari seorangputri bernama Edelweis ini dengan rambut gimbal dan logat Banten-nyayang kental punya motto keren : “lewat lima meter dari rumah, sayaadalah seorang bujangan.” Hua…ha..ha..ha…

Ridho Hidayatullah alias Iyat, Rudy dan Agus : Tiga temen Faisal yangjam 11 malem beryuhuu .. yuhuuu… di puncak memanggil Faisal. (catatan :mereka bertiga nyusul. Berangkat jam 7 malem dari Cilentung. Karenabanyak yang ngecamp di puncak. Bingung. Pengen cepet, nekad ambil jalurtengah yang super serem itu.)

Dan saya sendiri, 

Ariesnawaty …..Kami adalah sebuah kesebelasan yang bertekad sehidup semati mencapaipuncak Ki Manik, nama puncak Gunung Pulosari, pada tanggal 21 – 23Januari lalu.

(Ical batal ikut, karena udah janji dengan Hanief untuk pergi ke Gn.Talaga Bodas, Jenny juga batal pas detik2 terakhir,Suwasti & Rifi juga batal berduka karena Jakarta lagibanjir, Budi urung karena harus ke Surabaya, Anie nggak dapet ijin dari doi, Elly harus ke Bandung,Haris, belum dapet exit permit )

-------------------------------------------------------------------------------------

AWALNYA

“Emang di Serang ada gunung?”

Hampir seluruh peserta pendakian (baik yang diajak untuk ikutan,terancam ikut, coba-coba bertanya dan ternyata ikut serta yang tidakikut karena mendadak batal ikutan) mengajukan pertanyaan yang sama.

“Itulah diaaaa…. Pada nggak tau kan?” jawabku pasrah 
Sama dong!”
“Huaaaa…!!!” (catatan : penonton kecewa)Wong aku juga belum pernah kesana. 

Denger namanya juga baru. Kalo nggakdi tawarin Mbakyu Djoko yang baru aja dari sana. Mana pernah tau tentangPulosari. Sebenernya tawaran untuk datang kesana sudah datang sejakakhir tahun lalu. Selalu menjadi plan B gara-gara sering melirikpropinsi tetangga. Nggak taunya, di deket-deket Jakarta ada juga toh.Duh kupernya!

“Ada air terjunnya!” Kata Joko.Telinga Ika langsung tegak mendengarnya …. hmmm .. *catatan : Ika yanghobbynya maen air*“

Juga ada kawahnya Ries! Sebenernya kemaren nggak ada rencana maukesana. Cuma pake sandal jepit dan kantong keresek. Ditawarin Faisal buat nerus sampe kawah. Males, nggak bawa kamera masalahnya”Penasaran. 

Berminggu-minggu japri. Bertukar data dan informasi diantarakami. Itinerary segera di susun Jenny yang dulu pernah kesana. Ika danJoko menambahkan bumbu-bumbu mengenai object menarik yang bakal kamitemui disana.

Gunung Pulosari (1346 mdpl) terletak di kabupaten Pandeglang, PropinsiBanten. Lokasinya sekitar 120 km ke arah barat Jakarta. Gunung inidiapit oleh gunung Aseupan (1174 mdpl) di utara dan Gunung Karang (1778mdpl) yang terletak di arah timur laut Pulosari.Apalagi, banyak sekali situs-situs bersejarah yang nggak kalahmenariknya di sekitar kaki Gn. Pulosari. Kompleks megalitik di BatuGoong, arca di Tenjo (Sanghyangdengdek) hingga dolmen diBaturanjang.(Info lengkapnya, ntar baca aja di akhir catper ya)Uh ….nggak kuku deh!

To be continued.
Read more

pangrango edisi mengantar susan

Read more

pangrango edisi mengantar susan




Sudah empat kali Susan gagal mencapai puncak Pangrango. Ada-ada saja penyebabnya. Seringnya sih, nyangkut di pos Kandang Badak, lain waktu malah berubah haluan ke gunung Gede.

Tak sesuai rencana. Karena sudah gelap dan kelelahan, kami urung ke Puncak Pangrango. Besok aja deh summit attack-nya. Jadi kami membuka tenda di Kandang Badak. 
"Tapi bangunin ya Mbak!" karena dia nggak bawa alarm. Grrrrrrh... udah dianterin, minta dibangunin pula.

lalu, jam empat subuh : Saya, Suwasti dan Susan baru berangkat. Emma sih lebih suka untuk meneruskan tidur dan menjaga tenda. "Oke Mak..! tapi titip jemuran ya?" pinta kami ketika pamit mau pergi.

Kabut tebal menemani kami pagi itu. Akibat hujan semalam, jalur banyak yang berubah menjadi aliran air. Batang kayu disana-sini. kadang kami lompati. Tapi lebih sering merangkak dibawahnya. 

Walau satu jam terakhir Susan sempet manyun karena tanjakannya nggak selesai-selesai juga. Tapi hati ini terharu melihatnya ketika tiga jam kemudian kami tiba di titik triangulasi Pangrango. Susan bahkan sujud syukur saking bahagianya.

Nah.. Susan... udah kesampean ya .. ke Pangrango. Tuntas juga akhirnya tugas kami -nini2 ceria ini. Walau sebelum berangkat masih batuk-batuk dan sesak napas- mengantarmu mengunjungi Pangrango. Apalagi ditambah bonus piknik di lembah Mandalawangi. Alaaaaamaaaaak !!!!! Cantiknyaaa.....

dijepret dengan kodak 320 plus adobe photoshop CS n lightroom 3; Ngetrip hujan-hujan di sabtu minggu, 27-28 Nopember 2010 bersama saudara-saudara saya tercinta : Suwasti, Emma dan Susan
Read more

menuju +2249




Ah.. jauh sekali ‘rumah’mu .. 


trip to Guntur +2249mdpl, Garut, Jawa Barat 19-20 June 2010 along with my lovely sista’ : uta, Ivana and Fita.
Read more

1236 KM




agak sulit juga memilih beberapa dari 'ratusan' rekaman gambar yang saya jepret sepanjang perjalanan saya membonceng suami bersama klub motornya. Total ada sekitar 44 motor yang berangkat menuju kota Palembang via lintas timur. Saya baru tahu kalau jalannya kayak congklak hahaha... soalnya lubangnya merata di sepanjang jalan, bro!

Catpernya menyusul ya. Normalnya Jakarta-Palembang via motor sekitar 10-12 jam, tapi entah mengapa waktu itu kami tempuh dalam waktu 29 jam. rekor deh.. pegel-pegel dan ngantuk sudah pasti. tapi terobati juga sih waktu foto-foto (tepat) di bawah jembatan ampera. oiya... catpernya ada disini ADA BOX TERBANG

BTR, 8 Juni 2010; 19.26 (lagi nunggu yayangnya pulang kantor)
Read more

jangan panggil aku wanita perkasa lagi!

Read more
 

hujan, jalak dan daun jambu Design by Insight © 2009